Project Type : House
Architect :
Client/Owner: Dian Arifiani
Location : Pasar Minggu,
Status : Under construction
Expected Completition : 2010
Jakarta
Saat pertama kali mendapat email dari pak Natalius, suami ibu Dian pemilik rumah ini, saya cukup kaget begitu mendapat info bahwa beliau akan membangun rumah diatas tanah seluas 800-an meter persegi di daerah pasar minggu. Saya kaget karena masih ada tanah seluas itu disana dalam sebuah kavling. Saya lebih kaget lagi begitu bapak Natalius dan Ibu Dian menyampaikan harapannya akan desain rumah ini nantinya. Mereka menginginkan taman yang besar, cukup besar malah, terutama pada bagian belakang rumah. Selain untuk sebuah lapangan kecil tempat bermain anaknya, Dhafa, beliau juga mengharapkan pemandangan hijau bisa didapatkan pada tiap jengkal rumahnya. Mungkin harapan beliau mewakili harapan sebagian warga kota Jakarta itu sendiri yang mulai merindukan kata “Hijau” tidak sekedar tanaman merambat, namun hamparan rumput hijau dengan berbagai jenis pohon besar, yang rindang dan memberikan kesejukan bagi yang memandang serta menjadi ekosistem baru bagi hewan-hewan yang mulai terusir oleh peradaban manusia kota.
Kondisi eksisting tanah ini berada di kawasan yang padat, sekeliling sudah dipenuhi rumah-rumah penduduk, saat ini pun tanah ini sudah terdapat bangunan dari pemilik lamanya. Dengan pertimbangan yang matang, saya dan owner setuju untuk meratakan bangunan lama yang dinilai tua dan tidak efektif dalam pemanfaatan ruang. Sehingga saya dan owner sepakat untuk membuat desain bangunan rumah yang baru.
Dari segi zonasi saya mengusulkan kepada owner untuk membaginya menjadi 3 zona, yaitu :
1. Semi-publik, berupa carport yang cukup besar dapat menampung sekitar 2-3 mobil, dengan pintu pagar agak tinggi namun tidak terlalu tertutup, serta dilengkapi dengan sebuah teras beratap cukup nyaman. Teras ini berfungsi sebagai ruang tamu sementara, bagi tamu yang sifatnya sementara dan belum dikenal oleh owner. Sehingga tidak sampai masuk ke dalam rumah, namun tetap sopan dan nyaman.

3. Private, Zona private merupakan seluruh bangunan di lantai 2. Sifatnya terbatas untuk keluarga yang menggunakan lantai 2 ini saja. Dan berupa ruang-ruang kamar khusus anggota keluarga.

Dengan pembagian zonasi yang tegas ini diharapkan tamu juga tetap memiliki batasan dalam beraktifitas di rumah ini, namun tetap merasa nyaman, karena dengan luasan lantai 1 yang luas sehingga tamu tidak akan merasa dibatasi. Saya menyebutnya sebagai “batasan zona yang tak nampak”.
Dari sisi fungsi, bangunan ini terbagi menjadi 3 masa bangunan. Yaitu:
3. Bangunan ketiga terdiri dari 2 lantai. Lantai 1 berfungsi sebagai musholla, kamar tidur orangtua +kamar mandi, kamar tidur tamu+kamar mandi, dapur, kamar tidur pembantu, ruang jemur, ruang cuci. Lantai 2 berfungsi sebagai kamar tidur untuk anggota keluarga owner + kamar mandi, ruang keluar.
4. Diantara bangunan kedua dan ketiga terdapat teras dan jembatan penghubung sebagai area antara. Pada lantai 1 berupa teras tanpa sekat sehingga tidak menghalangi view ke halaman belakang. Sementara pada lantai 2 berupa atap rumput yang berfungsi menambah hijau suasana rumah.
Pada sisi detail-detail arsitektur saya melakukan beberapa “permainan-permainan”. Antara lain:
1. Entrance utama saya coba buatkan identitas dengan wujud konsistensi bentuk bidang miring pada dinding atap garasi dan gapura. Pintu pagar full kayu dengan frame besi serta sistem buka lipat, saya harapkan tetap memunculkan kesan alami, hangat dan ramah, walau tetap menjaga privasi ke dalam.

4. Pada musholla saya mencoba membuat sesuatu untuk menambah dramatis ruang serta menambah kekhusyukan ibadah shalat. Pada dinding menghadap kiblat saya buatkan detail kayu berbentuk siluet Ka’bah, bangunan suci umat muslim yang dijadikan arah kiblat. Saya harapkan saat orang shalat di musholla ini, dengan melihat siluet tersebut ingat akan Ka’bah dan bagaimana kisah nabi Muhammad SAW dalam memperjuangkan agama ini dalam tuntutan dan perlindungan Allah SWT. Detail kayu-kayu kisi-kisi berlubang-lubang kecil saya harapkan memberi kesan seperti kandang, agar kita sadar dan ingat saat Shalat selayknya kita mengkandangkan hati kita dari segala kenikmatan dunia, dan tulus ikhlas menghadap Allah. Pada bagian atap terdapat lubang cahaya dengan bayangan di lantai berbentuk lafaz Allah. Sehingga kita ingat Allah diatas sana melihat dan mengamati kita selalu, dan jangan pernah berputus asa, karena Allah selalu memberi cahayanya/pertolongannya dalam menuntun kita.
Tetap fokus, konsisten, dan sukses selalu.
Stay focused, consistant, and always successful



































11 comments:
Mantap jo...
mulai keliatan benang merahnya dari rumah pak agung yang dulu..
(atau gw aja yg baru liat 2 ini ya..hahaha..)
sukses terus dah..
Terima kasih atas kunjungannya Bung. Betul dari waktu ke waktu saya pribadi mulai mencari dan menemukan kekhasan yang ingin saya tampilkan dalam tiap desain saya. Semoga bermanfaat.
Sukses selalu ya...
Salam.
Wah saya suka buka blog mas mario,
:D
saya masih duduk di semester3 , kalau saya lagi luang, seringg saya buka blog mas mario :D
Terima kasih mbak Marchelia,
senang jika dirasa blog ini ada manfaatnya.
Sukses selalu ya mbak.
Salam.
mangstab banget ide2 nya..
pengen juga dibuatkan desain nya, tp apa daya dana & kemampuan terbatas
sukses selalu mario
Karya yang luar biasa!
Ada baiknya faladz Allah berada tepat di kepala waktu sujud dan tidak terinjak kaki sehingga tidak kesan "menginjak" Allah SWT
mas mario..saya ini baru lulus dr arsitektur trisakti hehe...karya2 mas mario inspiratif..skalian bisa buat belajar..sbnernya bljr mengenai arsitektur itu bisa dr media mana saja kan...seperti melihat2 karya org lain...just learned to be good not to be or doesnt have to be original...hehe=)
@Kaki Langit:
Terima kasih bapak/ibu, semoga bermanfaat. Sukses selalu juga untuk anda.
@Resensi Buku:
Terima kasih bapak/ibu, menjadi masukan yang baik untuk kami mengenai bayangan Lafadz Allah tersebut.
@Ardani :
Saya kurang tahu kalau arsitek lain, tapi kalau saya pribadi, melihat karya-karya orang lain juga dapat menjadi inspirasi dan media mengukur diri. Jika ada hal yang baik dari karya orang lain, dapat menjadi kritik untuk saya pribadi, jika ada hal yang kurang baik dari karya orang lain, dapat kita buatkan kebalikannya sebagai kritik untuk karya tersebut.
Yang terpenting adalah tetap menjaga etika dan menghargai satu sama lain karena kita seharusnya punya tujuan yang sama, emmajukan dunia arsitektur untuk orang banyak.
Semoga bisa terus konsisten dijalur ini ya Mas. Sukses selalu.
Bravo mas Mario. lokasi di pasar minggunya sebelah mana ya kalo boleh tau, pengin liat karena dekat.
bagus Mas ..berkarya terus !
Mas Mario... saya punya tanah yg mau dibangun.. kira2 brapa biaya untuk gambar bangunan seperti yg mas mario bikin. terus saya hubungi Mas Mario bgaimana? thx
Post a Comment