Friday, October 30, 2009

Rumah Ibu Dian, Jakarta, Indonesia


Nama Proyek : Mrs Dian House
Principal Architect : Mario Andreti ,ST. 
Architecture Firm : MOM Architect 
Owner : Ibu Dian 
Lokasi : Jakarta, Indonesia 
Status : Terbangun (2009) 
Luas Lahan : 420 m2 
Luas Bangunan : 174 m2 
Desain : 2009


Perspektif Eksterior 1


Jakarta, salah satu kota megapolitan yang teramat padat. Tingkat polusi yang begitu tinggi, permasalahan banjir yang sudah seperti ”mudik lebaran”, selalu rutin ditiap tahunnya, terus membayangi meriahnya dan tingginya tower-tower baru yang terus bermunculan. Disaat melewati jalan protokol jalan jendral Sudirman dipusat kota Jakarta, kita sampai kehilangan view ke langit biru, akibat mulai penuhnya gedung-gedung tinggi di pingir jalan. Yang terlihat hanya keramaian, kemacetan, kaca-kaca dan beton dari gedung-gedung tinggi, dihiasi vegetasi-vegetasi yang hanya segelintir, sepertinya hanya ala kadarnya saja. Owner menginginkan taman yang besar pada rumahnya yang memiliki lahan 420 m2. Selain untuk sebuah lapangan kecil tempat bermain anak, owner juga mengharapkan pemandangan hijau bisa didapatkan pada tiap jengkal rumahnya. Harapan yang mewakili cita-cita sebagian besar warga kota Jakarta itu sendiri yang mulai merindukan kata “hijau” , tidak sekedar tanaman merambat, namun hamparan rumput hijau dengan berbagai jenis pohon besar, yang rindang dan memberikan kesejukan bagi yang memandang serta menjadi ekosistem baru bagi hewan-hewan yang mulai terusir oleh peradaban manusia kota. 

Perspektif Eksterior 2

Dari sisi zonasi terdapat 3 zona, yaitu : 
1. Semi-publik, berupa carport yang cukup besar dapat menampung sekitar 2-3 mobil, dengan pintu pagar agak tinggi namun tidak terlalu tertutup, serta dilengkapi dengan sebuah teras beratap cukup nyaman. Teras ini berfungsi sebagai ruang tamu sementara, bagi tamu yang sifatnya sementara dan belum dikenal oleh owner. Sehingga tidak sampai masuk ke dalam rumah, namun tetap sopan dan nyaman. 

2. Semi-private, seluruh bangunan lantai 1 serta taman yang dimiliki oleh rumah ini setelah melewati pagar dan gazebo yang membatasi zona semi-publik sebelumnya. Zona semi-private ini sudah masuk ke dalam area rumah sebenarnya, dimana tamu yang lebih dekat sudah boleh masuk dan beraktifitas di lantai 1 ini. 

3. Private, Zona private merupakan seluruh bangunan di lantai 2. Sifatnya terbatas untuk keluarga yang menggunakan lantai 2 ini saja. Dan berupa ruang-ruang kamar khusus anggota keluarga. 

Denah lantai 1

Denah lantai 2

Aksonometri

Dengan pembagian zonasi yang tegas ini diharapkan tamu juga tetap memiliki batasan dalam beraktifitas di rumah ini, namun tetap merasa nyaman, karena memiliki lantai 1 yang luas sehingga tamu tidak akan merasa dibatasi. 
Dari sisi fungsi, bangunan ini terbagi menjadi 3 masa bangunan. Yaitu: 
1. Bangunan pertama, hanya berfungsi sebagai garasi yang menampung 2 mobil, saya susun memanjang ke belakang agar tidak mengurangi lebar space taman di depan. 
2. Bangunan kedua terdiri dari 2 lantai. Lantai 1 berfungsi sebagai : ruang keluarga, ruang makan dna pantry, ruang baca dan perpustakaan. Lantai 2 berfungsi sebagai: kamar tidur utama, kamar tidur anak, kedua kamar dilengkapi masing-masing kamar mandi dalam, serta ruang keluarga. Orientasi view ke depan belakang dengan memaksimalkan view ke arah taman. 
3. Bangunan ketiga terdiri dari 2 lantai. Lantai 1 berfungsi sebagai musholla, kamar tidur orangtua +kamar mandi, kamar tidur tamu+kamar mandi, dapur, kamar tidur pembantu, ruang jemur, ruang cuci. Lantai 2 berfungsi sebagai kamar tidur untuk anggota keluarga owner + kamar mandi, ruang keluar. 
4. Diantara bangunan kedua dan ketiga terdapat teras dan jembatan penghubung sebagai area antara. Pada lantai 1 berupa teras tanpa sekat sehingga tidak menghalangi view ke halaman belakang. Sementara pada lantai 2 berupa atap rumput yang berfungsi menambah hijau suasana rumah. 

Perspektif Eksterior 3

Pada sisi detail-detail arsitektur saya melakukan beberapa “permainan-permainan”. Antara lain: 
1. Entrance utama dibuat identitas dengan wujud konsistensi bentuk bidang miring pada dinding atap garasi dan gapura. Pintu pagar full kayu dengan frame besi serta sistem buka lipat, saya harapkan tetap memunculkan kesan alami, hangat dan ramah, walau tetap menjaga privasi ke dalam. 

Perspektif Eksterior 4

2. Pintu masuk pagar kedua antara zona semi-publik dan semi-private dibuat dua buah. Yang pertama berupa gapura berada di belakang teras tamu, yang kedua berupa pintu double berukuran besar dan diletakkan agak tersembunyi. Sehingga aktifitas sehari hari tetap menggunakan pintu gapura, namun jika dibutuhkan untuk akses barang besar, pintu besar bisa digunakan. 

Perspektif Interior 1

3. Fasad bangunan kedua diletakkan relief batu paras dilantai 2 agar terekspose dari luar dan menambah kesan eksotis rumah ini. Sementara pada lantai 1 dibuat detail jendela dengan bentukan geometri islami dan tulisan lafaz “Allah” dalam tulisan arab dengan metode sand-blasting pada kaca. Kusen jendela tersebut juga dipersiapkan untuk meletakkan buku di ruang perpustakaan di dalamnya. Pada tangga ke lantai 2 ditambahkan kolam sehingga akan memberi kesan seolah-olah menyeberangi sungai. 

Perspektif Eksterior 5

Konsep desain 1

4. Pada musholla diberikan sesuatu detail untuk menambah dramatis ruang serta menambah kekhusyukan ibadah shalat. Pada dinding menghadap kiblat dibuatkan detail kayu berbentuk siluet Ka’bah, bangunan suci umat muslim yang dijadikan arah kiblat. Diharapkan saat orang shalat di musholla ini, dengan melihat siluet tersebut ingat akan Ka’bah dan bagaimana kisah nabi Muhammad SAW dalam memperjuangkan agama ini dalam tuntutan dan perlindungan Allah SWT. Detail kayu-kayu kisi-kisi berlubang-lubang kecil saya harapkan memberi kesan seperti kandang, agar kita sadar dan ingat saat Shalat selayknya kita mengkandangkan hati kita dari segala kenikmatan dunia, dan tulus ikhlas menghadap Allah. Pada bagian atap terdapat lubang cahaya dengan bayangan di lantai berbentuk lafaz Allah. Sehingga kita ingat Allah diatas sana melihat dan mengamati kita selalu, dan jangan pernah berputus asa, karena Allah selalu memberi cahayanya/pertolongannya dalam menuntun kita.

Perspektif Interior 2

Konsep desain 2



Tetap Fokus, Konsisten, dan Sukses Selalu 



14 comments:

Hikmat said...

Mantap jo...

mulai keliatan benang merahnya dari rumah pak agung yang dulu..
(atau gw aja yg baru liat 2 ini ya..hahaha..)

sukses terus dah..

Mario Andreti Architect said...

Terima kasih atas kunjungannya Bung. Betul dari waktu ke waktu saya pribadi mulai mencari dan menemukan kekhasan yang ingin saya tampilkan dalam tiap desain saya. Semoga bermanfaat.
Sukses selalu ya...
Salam.

marchelia gupitasari said...

Wah saya suka buka blog mas mario,

:D
saya masih duduk di semester3 , kalau saya lagi luang, seringg saya buka blog mas mario :D

Mario Andreti Architect said...

Terima kasih mbak Marchelia,
senang jika dirasa blog ini ada manfaatnya.
Sukses selalu ya mbak.
Salam.

kakilangit said...

mangstab banget ide2 nya..
pengen juga dibuatkan desain nya, tp apa daya dana & kemampuan terbatas

sukses selalu mario

Resensi Buku said...

Karya yang luar biasa!
Ada baiknya faladz Allah berada tepat di kepala waktu sujud dan tidak terinjak kaki sehingga tidak kesan "menginjak" Allah SWT

ardani said...

mas mario..saya ini baru lulus dr arsitektur trisakti hehe...karya2 mas mario inspiratif..skalian bisa buat belajar..sbnernya bljr mengenai arsitektur itu bisa dr media mana saja kan...seperti melihat2 karya org lain...just learned to be good not to be or doesnt have to be original...hehe=)

Mario Andreti Architect said...

@Kaki Langit:
Terima kasih bapak/ibu, semoga bermanfaat. Sukses selalu juga untuk anda.

@Resensi Buku:
Terima kasih bapak/ibu, menjadi masukan yang baik untuk kami mengenai bayangan Lafadz Allah tersebut.

@Ardani :
Saya kurang tahu kalau arsitek lain, tapi kalau saya pribadi, melihat karya-karya orang lain juga dapat menjadi inspirasi dan media mengukur diri. Jika ada hal yang baik dari karya orang lain, dapat menjadi kritik untuk saya pribadi, jika ada hal yang kurang baik dari karya orang lain, dapat kita buatkan kebalikannya sebagai kritik untuk karya tersebut.

Yang terpenting adalah tetap menjaga etika dan menghargai satu sama lain karena kita seharusnya punya tujuan yang sama, emmajukan dunia arsitektur untuk orang banyak.

Semoga bisa terus konsisten dijalur ini ya Mas. Sukses selalu.

Akuntansi PSC said...

Bravo mas Mario. lokasi di pasar minggunya sebelah mana ya kalo boleh tau, pengin liat karena dekat.

Rachmadi Triatmojo said...

bagus Mas ..berkarya terus !

Banu said...

Mas Mario... saya punya tanah yg mau dibangun.. kira2 brapa biaya untuk gambar bangunan seperti yg mas mario bikin. terus saya hubungi Mas Mario bgaimana? thx

maria said...

terimakasih, karya2nya sangat bagus.

Mutiarahayu Utami Putri said...

Izin adopsi untuk studi preseden ya Pak, terima kasih :DD

Mario Andreti said...

@maria : terima kasih atas apresiasinya :)

@Mutiarahayu : monggo, semoga bermanfaat :)