Sunday, January 31, 2016

Rumah Bapak Aris Wibowo, Purwokerto, Indonesia

Nama Proyek : Rumah Bapak Aris Wibowo, Purwokerto, Indonesia
Principal Architect : Mario Andreti, ST
Architecture Firm : MOM Architect
Owner : Bapak Aris Wibowo
Lokasi : Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia
Luas Lahan : 270 m2
Luas Bangunan : 151 m2
Desain : 2014


Perspektif Eksterior 1

Perspektif Eksterior 2

Proyek ini merupakan desain untuk pekerjaan renovasi bangunan rumah tinggal di Purwokerto. Renovasi yang dilakukkan meliputi perubahan dan penambahan ruangan serta perubahan pada desain fasad bangunan. Pada bagian fasad bangunan, diusulkan tema utama bangunan diubah menjadi style tropis dengan dominasi penggunaan material alami dan warna-warna unsur alam. Pada bagian depan, perubahan tersebut meliputi perubahan pintu gerbang pada pagar dan warna serta material finishing bangunan utamanya. Material yang digunakan antara lain pasangan batu paras, pasangan batu candi, serta kayu pada pintu pagar dan pelapis kolom bangunan di teras. Selain itu pada bangunan eksisting terdapat tritisan dak beton, dimanfaatkan menjadi planter box untuk tanaman li kuan yu, agar menambah kesan hijau pada area eksterior bangunan. 

Tampak depan bangunan eksisting

Perspektif Eksterior 3

Tampak samping bangunan eksisting

Perspektif Eksterior 4

Secara fungsi, pada bangunan utama eksisting terdapat beberapa perubahan antara lain, ruang setrika dan dapur dibelakang diubah menjadi tambahan kamar tidur untuk kamar tidur tamu. Pada ruang tamu diusulkan penambahan pintu lipat sebagai pembatas ke ruang keluarga, namun karena sifatnya fleksibel sehingga dapat ditutup dan dibuka sesuai kebutuhan jika terdapat acara yang membutuhkan ruang lebih besar.

Denah

Perspektif Eksterior 5, area belakang bangunan utama

Perspektif Interior 1, Ruang tamu

Perspektif Interior 2, kamar tidur utama

Perspektif Interior 3, kamar tidur tamu

Perspektif Interior 4, kamar tidur anak

Pada bangunan pendukung eksisting dibelakang bangunan utama, dilakukan beberapa perubahan antara lain, untuk ruang mushola diusulkan menjadi ruangan yang lebih terbuka dengan menghilangkan dinding di salah satu sisi ruang menghadap taman. Selain itu dilakukan penambahan ruangan untuk dapur dan ruang makan dengan teras disisi depan dan belakang ruangan sebagai tempat bersantai untuk keluarga. Ruangan dapur dan ruang makan tersebut menggunakan pintu lipat kaca di sisi depan dan belakang, ditujukan agar saat dibuka kedua pintu lipat tersebut, pemandangan dari taman depan dan belakang dapat terlihat dengan baik serta penghawaan udara secara alami pun menjadi sangat baik, dan ruangan menjadi nyaman. Pada area ini juga ditambahkan ruang untuk mencuci dan jemur pakaian, yang diberi pagar tertutup agar tidak terekspose dari taman.


Perspektif Eksterior 6 , tampak depan bangunan pendukung

Perspektif Eksterior 7 tampak belakang bangunan pendukung

Perspektif Interior 5, ruang makan

Perspektif Interior 6, ruang makan dan dapur







Tetap Fokus, Konsisten, dan Sukses Selalu


Monday, January 18, 2016

Bandung Eye Center, Indonesia

Nama Proyek : Bandung Eye Center, Indonesia
Principal Architect : Ir. Adi Utomo Hatmoko, M.Arch
Project Architect : Mario Andreti, ST
Team Architect : Yosan Susetya,ST , Baskoro,ST 
Interior designer : Agung Winaya & Team
Architecture Firm : PT. Global Rancang Selaras
Owner : Bandung Eye Center
Lokasi : Jalan Buah Batu, Bandung, Indonesia
Luas Lahan : 1.440 m2
Luas Bangunan : 4.293 m2
Desain : 2014
Status : Konstruksi



Perspektif Eksterior 1

Rencana pembangunan BEC (Bandung Eye Center) dijalan buah batu ini merupakan bagian dari strategi bisnis BEC untuk mengembangkan jangkauan layanan mereka di Kota Bandung, sebelumnya BEC sudah memiliki unit mereka yang pertama di Jalan Sumatra. Bangunan BEC ini direncanakan akan memiliki 5 lantai, dengan ground floor sebagai lobby dan area parkir. Karena terbatasnya lahan maka konsep untuk area parkir dibuat berada di ground floor dan lantai utama dinaikkan 1 lantai, sehingga berbentuk seperti bangunan panggung. 


Perspektif Eksterior 2

Perspektif Interior 1 _ Main Lobby

Perspektif Interior 2 _ Admisi Klinik

Bangunan ini memiliki 4 lapis lantai yang berfungsi untuk medik, antara lain pada lantai 1 difungsikan sebagai area admisi, klinik, IGD, optik, dan ruang diagnostik mata.  Lantai 2 berfungsi untuk area klinik dan sebagian kafeteria sebagai penunjang bagi pasien yang menunggu. Di lantai 3 difungsikan sebagai rawat inap, laboratorium, dan kantor. Sedangkan dilantai 4 difungsikan sebagai ruang operasi dan ruang lasik, beserta CSSD sebagai pusat sterilisasi peralatan mediknya. Terdapat 3 ruang operasi/bedah mata dengan tingkat sterilisasi dan penghawaan udara yang baik, sehingga proses operasi mata dapat dilakukan dengan baik.


Denah lantai 1

Potongan

Perspektif Interior 3 _ Lift lobby

Perspektif Interior 4 _ waiting area

Perspektif Interior 5 _ public toilet

Fasad bangunan BEC ini mengambil konsep kelopak mata sebagai inspirasi utamanya. Dengan permainan pada sudut depan bangunan terdiri dari material ACP (Alumunium composite panel) dan kaca dengan sistem curtain wall, dibentuk layaknya kelopak mata. Selain itu penggunaan bentukan masa yang tegas dan geometri yang sederhana dan perpaduan material kaca dan ACP ditujukan untuk memberi kesan clean dan modern pada bangunan BEC ini. Selain itu pada lantai 1 dibuatkan teras-teras besar dari samping kiri dan kanan bangunan sebagai ruang tunggu untuk pasien, dengan penggunaan lantai kayu dan taman diharapkan menjadi ruang tunggu yang nyaman bagi pasien dan juga keluarga yang mengantar.


Konsep Fasad

Perspektif Eksterior 3 (Teras ruang tunggu)







 Tetap Fokus, Konsisten, dan Sukses Selalu



Wednesday, December 2, 2015

Hotel Santika-Sanur, Bali, Indonesia


Nama Proyek : Hotel Santika-Sanur, Bali, Indonesia
Principal Architect : Mario Andreti, ST
Team Architect : Prahmahita Rayi, ST
Architecture Firm : MOM Architect
Owner : Kalimas
Lokasi : Jalan Bypass Ngurah Rai, Bali, Indonesia
Status : Desain
Luas Lahan : 3.800 m2
Luas Bangunan : 11.354 m2
Desain : 2014


Perspektif Eksterior 1

Lokasi Hotel ini berada di Jalan Bypass Ngurah rai, Sanur, Bali. Kondisi disekitar lokasi yang sudah padat, tidak memberikan banyak opsi untuk menampilkannya sebagai view dari dalam bangunan, karena itu konsep pengembangan hotel ini menjadi tersentral ke arah tengah, dengan menghadirkan view ke arah taman dan kolam renang sebagai point of interest dari ruang dalam. Dengan bentuk masa bangunan ditata mengelilingi site, ditujukan untuk mengoptimalkan batas site, dan kamar-kamar hotel hanya berada menghadap ke arah taman dan kolam renang di tengah, dengan model single loaded. Sementara masa bangunan di depan dibuat double loaded dengan menghadirkan kamar tidur ke arah taman dan kolam renang ditengah serta ke arah jalan didepan.

Perspektif Eksterior 2

Pada lantai 1, diarea depan lobby utama yang dibuat tinggi hingga 2 lantai, dengan view ke arah kolam renang dibelakangnya, diharapkan tamu yang baru datang dapat langsung merasakan kenyamanan dari layanan hotel ini  dengan sajian interior yang baik dan terkesan luas dan clean. Kolam renang dibuat lebih rendah dari level lantai 1 agar dapat langsung terlihat keseluruhan dari arah lobby. Lalu disisi selatan terdapat restoran untuk tamu sarapan dipagi hari dengan tempat duduk disediakan pada area dalam dan luar yang langsung berbatasan dengan pool deck dari area kolam renang. Sementara di sisi utara dan barat terdapat unit-unit kamar hotel yang menghadap ke arah kolam renang dengan teras yang juga dapat langsung mengakses ke kolam renang.

Siteplan

Perspektif Eksterior 3

Pada lantai 2 hingga lantai 5 terdapat unit-unit kamar tidur, lalu pada lantai atap difungsikan sebagai cafeteria untuk umum, bagi tamu yang ingin menikmati city view dari roof top cafe ini. Sementara pada basement difungsikan untuk area parkir tamu dan area servis seperti laundry dan dapur.  Total kapasitas dari bangunan hotel ini dapat menampung hingga 139 unit kamar. Dengan dua kelas kamar, yaitu deluxe dan suite.

Perspektif Eksterior 4

Perspektif Eksterior 5


Pada fasad, bangunan hotel ini mencoba tampil sedikit berbeda dengan kebanyakan hotel di Bali, konsep fasad bangunan hotel ini lebih menonjolkan kesan simple dan modern. Permainan bentuk bangunan dengan geometris yang sederhana, minim detail khas Bali, dan penggunaan material kaca.  Identitas Bali dimunculkan pada bentuk atap limasan dan kiri-kanan diberi atap terpisah dan lebih tinggi terinspirasi dari Bale Kul-kul khas Bali, lalu penggunaan material batu andesit dan kayu ditujukan untuk  tetap memberikan kesan alami layaknya bangunan khas bali yang selalu bersinergi dengan alam. 

Perspektif Eksterior 6

Perspektif Eksterior 7






Tetap Fokus, Konsisten, dan Sukses Selalu