Project Type : House
Architect : Mario Andreti ST
Client/owner : Bapak Fajar Darmawan
Location : Tangerang, Banten, Indonesia
Status : Under construction
Expected Completition : 2011
Site/lokasi rumah ini berada pada komplek Perumahan dengan kavling tanah yang masih kosong (belum terbangun). Kavling ini lalu di bagi menjadi 2 bagian, 1 bagian akan digunakan sebagai bangunan rumah owner, 1 bagian lagi untuk investasi atau suatu saat dibangun jika dibutuhkan dan sementara difungsikan sebagai taman kebun. Sehingga batas tanah ini antara lain :
- sisi utara = rumah tetangga
- sisi selatan = taman kebun (milik pribadi)
- sisi barat = saluran air/selokan
- sisi timur = jalan komplek
Berdasarkan kondisi site ini, ada beberapa konsep yang saya tawarkan ke owner, antara lain :
1. Bangunan terdiri dari 2 unit masa yang berbeda karakter namun disatukan, yaitu masa bangunan solid dan masa bangunan void. Masa bangunan solid difungsikan sebagai bangunan utama rumah dengan fungsi-fungsi ruang yang utama, sementara untuk bagian masa void difungsikan sebagai bangunan penunjang namun berfungsi untuk mengekspose sisi taman kebun di sebelah kiri (selatan) bangunan. Masa void ini berfungsi sebagai ruang-ruang yang tidak bersekat seperti tangga.
2. Jika dilihat dari sisi arah mata angin dan kaitannya terhadap potensi sinar matahari datang, maka sisi selatan yang menghadap taman kebun merupakan sisi yang dapat dimaksimalkan untuk bukaan/jendela kaca dengan minimalnya masuknya panas matahari. Dimana matahari lebih banyak menerangi sisi timur-barat, dan sisi utara (mengingat wilayah tangerang berada di selatan garis kahtulistiwa).
1. Bangunan terdiri dari 2 unit masa yang berbeda karakter namun disatukan, yaitu masa bangunan solid dan masa bangunan void. Masa bangunan solid difungsikan sebagai bangunan utama rumah dengan fungsi-fungsi ruang yang utama, sementara untuk bagian masa void difungsikan sebagai bangunan penunjang namun berfungsi untuk mengekspose sisi taman kebun di sebelah kiri (selatan) bangunan. Masa void ini berfungsi sebagai ruang-ruang yang tidak bersekat seperti tangga.
2. Jika dilihat dari sisi arah mata angin dan kaitannya terhadap potensi sinar matahari datang, maka sisi selatan yang menghadap taman kebun merupakan sisi yang dapat dimaksimalkan untuk bukaan/jendela kaca dengan minimalnya masuknya panas matahari. Dimana matahari lebih banyak menerangi sisi timur-barat, dan sisi utara (mengingat wilayah tangerang berada di selatan garis kahtulistiwa).
3. Program ruang pada lantai 1 lebih difungsikan untuk zona semi-public, dengan konsep tamu diterima di teras depan, jika sifatnya tamu merupakan orang yang dianggap "dekat" maka dapat masuk ke area dalam rumah dan ruang dalam lantai 1 bersifat terbuka, agar sirkulasi udara tetap nyaman, dan terkesan luas. Fungsi ruang di lantai 1 : ruang tamu, kamar tidur tamu, ruang keluarga, kamar mandi, dapur, ruang makan, musholla, dan area kamar tidur pembantu di bagian belakang.
Pada lantai 2 zona bersifat lebih private dimana hanya bagian keluarga yang dapat mengaksesnya, yaitu : ruang santai keluarga, kamar tidur anak (2 unit), kamar tidur utama dengan kamar mandi di dalam, kamar mandi anak dipakai bersama-sama. Pada bagian belakang terdapat ruang jemur dengan akses langsung dari taman belakang.
Pada lantai 2 zona bersifat lebih private dimana hanya bagian keluarga yang dapat mengaksesnya, yaitu : ruang santai keluarga, kamar tidur anak (2 unit), kamar tidur utama dengan kamar mandi di dalam, kamar mandi anak dipakai bersama-sama. Pada bagian belakang terdapat ruang jemur dengan akses langsung dari taman belakang.
Untuk desain eksterior bangunan, setelah melalui diskusi panjang, maka dipilihlah bentuk, warna dan material yang digunakan. Dari sisi atap, didominasi dengan atap miring berbahan genteng. Untuk fasad tetap dioptimalkan bukaan dan jendela-jendela kaca namun karena menghadap sisi timur, ditambahkan kanopi-kanopi dan variasi pad beton dengan bentuk frame "miring" sebagai akses untuk identitas rumah ini. Sementara material finishing dinding terdiri dari dinding bata finishing cat putih, dinding batu paras, sedangkan untuk pintu-jendela menggunakan 2 tipe material yaitu kayu jati pada seluruh ruangan, hanya untuk sisi selatan semua menggunakan alumunium berwarna coklat menyerupai finishing kusen kayu jati. Diharapkan kesan modern tetap muncul tanpa harus menghilangkan kesan tropis dan material alam yang digunakan.
Jika dilihat pada fasad sisi selatan terlihat sekali dominasi dinding kaca dari lantai 1 dan lantai 2 yang ditujukan untuk mengekspose view ke taman kebun di sebelahnya. Selain itu dampak positif lainnya, akses tangga di ruang dalam pun terbantu dengan adanya bukaan ini.
Untuk interior juga didominasi dengan material kayu dan finishing warna natural. Namun dominasi warna putih tetap dipertahankan agar tetap berkesan sederhana dan nyaman. Sementara bukaan dan jendela kaca mampu memaksimalkan pencahayaan dan penghawaan alami sehingga dapat menghemat penggunaan energi listrik di dalam rumah.
TETAP FOKUS, KONSISTEN, DAN SUKSES SELALU
Stay focused, consistent, and always successful.
Stay focused, consistent, and always successful.





















8 comments:
salam kenal mas.
saya setuju dengan statement "Saya hidup untuk berarsitektur bukan berarsitektur untuk hidup".
memang seorang arsitek tak boleh hanya menjual ide tetapi juga harus tetap menjaga dan melestarikan apa yang disebut dengan arsitektur. terutama arsitektur indonesia yang saat-saat ini cenderung terkikis akibat pengaruh budaya luar.
sukses buat mas mario, karya-karya anda telah menginspirasi saya dalam berarsitektur.
salam kenal mas mario,
karya-karya anda telah menginspirasi saya dalam berarsitektur.
"TETAP FOKUS, KONSISTEN, DAN SUKSES SELALU"
Salam kenal mas Ferie, terima kasih sebelumnya atas kunjungannya.
Semoga apa yang kami share di blog ini bisa bermanfaat.
Saya juga masih dalam tahap belajar, belajar bagaimana tetap mempertahankan nilai-nilai budaya dan karakter budaya kita namun tetap berusaha mengikuti perkembangan arsitektur secara global. Dalam blog ini saya mencoba men-share pengalaman-pengalaman itu termasuk dengan bagaimana proses diskusi tercipta bersama dengan klien/owner. Karena mau tidak mau, owner juga memiliki kepentingan akan bangunan yang kita desain, karena merekalah yang akan menjalankan, meninggali dan menikmati baik-buruknya desain kita.
Sukses selalu untuk mas Ferie. Salam.
ya ialah mang enak klu arsitek tu cocknya kerja d konsultan atu developper gua saranin jangan mask di kontraktor dah!!!!!!!... kreatifitas n inovasi u bakalan ilanggg semuaaaa hikss g pcya cb aja dah!
Salam kenal, Mas.
Saya suka dengan karya2nya, Mas. terutama krn pemikiran peduli alamnya yang saya rasa di Jakarta kurang ada pemikiran spt ini - lahan biasa dibangun penuh dan bergantung pada AC utk penyejuk. Biasanya alasannya adalah karena pemikiran banyak taman = banyak nyamuk dan banyak jendela = banyak debu (apalagi yg rmhnya menghadap jalan besar). Pasti Mas Mario jg pernah dpt client yg berpemikiran spt ini. Boleh share pengalamannya, Mas? Mungkin bisa bikin artikel yg membahas hal ini? Saya rasa pasti banyak peminat dr sesama arsitek maupun client yg jg mau bikin rmh peduli alam tp masi ragu dgn benefit2 nya. Thanks.
Terima kasih atas informasi menarik
suka
salam kenal mas...blog nya sangat menarik....
Post a Comment