Saturday, November 28, 2009

Asrama Putra Bapak Suryadi, Bandar Lampung, Indonesia


Nama Proyek : Asrama putra Bapak Suryadi
Principal Architect : Mario Andreti ,ST.
Architecture Firm : MOM Architect
Owner : Bapak Suryadi
Lokasi : Bandar Lampung, Indonesia
Status : -
Luas Lahan : 780 m2
Luas Bangunan : 905 m2
Desain : 2009



Perspektif Eksterior 1

Asrama putra ini saat ini berjumlah 12 unit kamar dan direncanakan untuk direnovasi menjadi 24 unit kamar dan penambahan-penambahan ruang-ruang penunjang lainnya. Layout ruang masih menggunakan yang lama dalam upaya untuk menghemat biaya renovasi nantinya. Pada area depan terdapat unit sewa komersil diantaranya berfungsi untuk mini-market, cafe/warung makan, warnet, dan poto copy. Unit komersil ini selain ditujukan untuk meningkatkan pendapatan bagi owner juga ditujukan sebagai unit penunjang dari asrama ini nantinya. Oleh karena itu diberi fungsi-fungsi yang berhubungan dengan aktifitas mahasiswa. 


Perspektif Eksterior 2

Masuk ke dalam sebelum ke area parkir yang berfungsi sebagai garasi untuk kendaraan penghuni asrama ini terdapat gerbang besar ditujukan untuk meningkatkan keamanan dari kendaraan -kendaraan yang disimpan disini. Disisi kiri kanan area parkir terdapat unit-unit kamar asrama yang dibatasi dengan teras yang bisa digunakan untuk tempat duduk diwaktu senggang. Masuk lebih kedalam lagi terdapat tangga untuk ke lantai 2 dengan diatapi atap polycarbonate agar tetap terang. Dibelakang tangga di masing-masing lantai terdapat ruang pantry dan ruang makan yang bisa digunakan sebagai tempat masak dan makan bersama diantara penghuni asrama serta bisa lebih mengeratkan ikatan sosial diantara masing-masing penghuni asrama. Pada lantai 1 diarea belakang juga terdapat kamar penjaga asrama dan dilantai 2 nya difungsikan sebagai ruang cuci dan jemur bersama.



Perspektif Eksterior 3



Denah Lantai 1


Denah Lantai 2

Tiap kamar dilantai 1 berukuran 4 x 6 meter, terdiri dari 4 x 4,5 meter, kamar mandi dalam 2 x 1,5 meter dan taman belakang berukuran 2 x 1,5 meter. Taman belakang difungsikan untuk area terbuka untuk masuknya cahaya dan udara alami bagi tiap unit kamar baik dilantai 1 maupun dilantai 2. Pada lantai 1, taman belakang ini juga bisa dimanfaatkan untuk ruang jemur pakaian. Sementara pada lantai 2 , taman belakang hanya berupa void terbuka sehingga tidak bisa difungsikan sebagai ruang jemur pakaian, namun tetap disediakan di area belakang yang sifatnya kolektif (bersama-sama).



Konsep 1

Konsep 2

Konsep desain fasad asrama ini adalah berusaha menampilkan image yang "muda" sesuai dengan penghuni asrama yang mayoritas mahasiswa, namun tetap bernuansa "ramah dan sederhana". Permainan-permainan bentuk jendela yang tegas ditujukan untuk memberikan kesan "fresh" dan unik dari fasad bangunan ini. Pemilihan tone warna, krem-kuning-coklat dan terakota dipilih agar tetap berkesan alami dan hangat. Pola-pola grid kotak-kotak dibuat untuk menghilangkan kesan monoton dari dinding-dinding besar yang berada di depan. Diharapkan tampilan ini bisa ditularkan kepada para penghuni asrama, agar menjadi generasi muda yang bersemangat, berprestasi namun tetap ramah dan sederhana.



Tetap Fokus, Konsisten, dan Sukses Selalu 



3 comments:

Anonymous said...

konsep rumah kost lebih dari 1 lantai memang mengoptimalkan pendapatan buat pemiliknya, namun calon penghuni karus dpt diyakinkan bahwa :
(yg tinggal dilantai dasar): ngga akan terganggu oleh suara² "gedebuk" kaki & bocoran WC dari lantai atas.
(yg tinggal diaras):ngga usah repot2 naik turun utk sekedar MCK karena diatas udh terjamin akses ke kebutuhan sehari²
NB: Koq ngga dibuatkan "void" ? anak2 dilantai bawah juga perlu ngejemur² lho mas, ngga estetis khan klo ngejemur kolor didepan kamar yg udh di desain begitu asri

Mario Andreti Architect said...

Menurut saya:
1. Jika perbedaan lantai dijadikan kendala maka tidak akan ada bangunan berlantai banyak? bagaimana dengan mall? bukankah fungsi dan aktifitas lantai diatasnya jauh lebih kompleks. Begitupun bangunan tinggi lainnya, apartment, hotel, menurut saya hal tsb tinggal masalah teknis pelaksanaannya saja.
Karena itulah sering kali saya menemukan kekhawatiran demikian seperti WC diatas yang bocor, menurut saya bukan sang desainer/arsitek yang salah meletakkan kamar mandi dilantai atas, namun terkadang pelaksanaan dilapangan yang tidak baik dan menyebabkan kebocoran tersebut. Jika pada bangunan lain bisa begitu banyak kamar mandi di lantai atas yang tidak bermasalah, lalu mengapa ditempat kita harus bermasalah?

Jika dilihat dari denah, pada lantai 1 seluruh kamar memiliki void dan taman di belakang kamar-kamar mereka, dan di area itu dapat difungsikan untuk menjemur pakaian.
Untuk dilantai 2, hal tersebut tidak memungkinkan karena itulah untuk lantai 2 khusus dibuatkan ruang jemur bersama untuk kedua masa bangunan.

Permasalahan kenapa masih menjemur pakaian dalam di depan kamar, menurut saya kembali ke karakter pribadi masing-masing. Yang terpenting adalah kebutuhan ruang jemur tersebut telah disediakan oleh pengelola.


Terima kasih dan sukses selalu.


Mario Andreti

Sains & Astronomi said...

bung mario saya bawor suhadi dari kebumen.

saya beri apresiasi buat sampean. saya sangat mengagumi keandalan sampean mendesain bangunan. saya bukan orang yang berada seperti halnya pelanggan bung mario.saya hanya orang kampung.tetapi saya harap pelayanan sampean sama terhadap saya.begini bung mario,saya ini punya lahan di kampung lebar 6 meter dan panjang 10 meter,sangat kecil. saya lihat di google dan saya menemukan rumah kotak 2 lantai berkaca desain sampean,setelah saya telusuri lari ke web ini "kitcheninteriordesign.onsugar.com"
saya pasti tak akan mampu menyewa sampean untuk merancangnya. jadi saya hanya mau bertanya saja.

niat saya adalah membuat rumah 2 lantai.
lantai bawah dengan dinding depan menggunakan kaca kerangka aluminium,belakang dan dalam untuk dinding kamar mengunakan batu bata.untuk lantai dua saya berniat separuh dinding depan menggunakan kaca dan separuh belakang menggunakan atap asbes berkerangka kayu,di jadikan dinding supaya beban tidak begitu berat.ide ini saya ambil dari rumah tua peninggalan nenek saya yang berdinding seng,sangat simple tetapi terkesan indah karena detail pembuatannya rapi.untuk atap saya pengin seperi bank mandiri hasil desain bung mario.tetapi bisa di manfaatkan untuk banyak hal seperti pembuatan kubah observatorium,karena saya hoby astronomi dan sudah punya telescope bintang,tempatnya saja belum ada.


nah pertanyaan saya adalah,anggap saja area nya kotak pesegi panjang dengan ukuran 6x10 meter.berapa ukuran tiang pancang dan berapa kira2 jumlah tiang pancangnya,kemudian berapa ketebalan cor lantainya.lantai satu ataupun lantai 2 yang sekaligus jadi atap multi fungsi.

itu saja,saya harapkan sekali jawabanya.

kalau perlu silahkan kirimkan melelui email atau tulis catatan di facebook saya di hadicom12@yahoo.co.id

terimakasih atas jawabanya....