MINIMALIS SESUNGGUHNYA
Project Type : House
Architect : Mario Andreti ST
Client/Owner: Nonik
Location : Jakarta Status : Concept design
Expected Completition : -
“Minimalis” merupakan istilah yang paling banyak kita jumpai saat ini hampir di setiap tabloid, majalah, ataupun artikel mengenai rumah di koran-koran di negara kita. Terkadang saya melihat contoh bangunan yang digambarkan sebagai sebuah bangunan minimalis adalah sesuai, namun pada beberapa artikel saya rasa masih kurang tepat, atau mungkin persepsi saya yang salah. Entahlah menurut saya “minimalis” itu adalah sebuah istilah yang bisa saja diartikan menjadi beberapa deskripsi. Termasuk pada perencanaan rumah ini. Pemiliknya, bu Nonik, salah satu teman dekat istri saya, sangat mengharapkan optimalisasi perencanaan rumah ini. Bukan apa-apa, namun lahan yang hanya berukuran 3 x 7 meter yang berlokasi di tengah kota Jakarta menuntut pemanfaatan yang baik dan tepat agar bisa berfungsi dengan optimal.
Desain yang “minimalis” merupakan pesan dari bu Nonik saat meminta saya mendesainkannya. Hasil desain ini merupakan perwujudan dari apa yang saya pahami dari sebuah desain yang “Minimalis”. Pada denah, saya mencoba membuatnya menjadi 2 lantai bangunan dengan lantai 1 berfungsi sebagai zona “berkumpul” dan lantai 2 sebagai zona “berpisah”. Dalam perwujudan ruang, denah lantai 1 terdiri dari ruang keluarga, dapur dan ruang makan yang berbentuk ruang terbuka, sementara di lantai 2 terdapat 2 buah kamar tidur dan sebuah kamar mandi. Tentu saja dengan dimensi runag yang benar-benar secukupnya dan semaksimal mungkin.
Dari fasad bangunan, saya mencoba membuatkan sesuatu yang unik dengan mencoba menampilkan sisi feminisme dan jiwa yang bersemangat, karena bu Nonik merupakan orang yang bersemangat tinggi dalam setiap aktifitasnya. Banyak jendela kaca yang saya buat pada fasade depan, karena hanya dari bagian ini bisa dibuat demikian, mengingat lokasi rumah berada pada kawasan yang padat sehingga tidak memungkinkan untuk peletakkan jendela pada bagian belakang maupun smaping rumah. Sementara pada kamar utama di lantai 2 saya membuat jendela besar sehingga saat terbuka semua bisa menghadirkan suasana ruang luar ke dalam, sebagai pengganti tidak adanya balkon dilantai 2.
Project Type : House
Architect : Mario Andreti ST
Client/Owner: Nonik
Location : Jakarta Status : Concept design
Expected Completition : -
“Minimalis” merupakan istilah yang paling banyak kita jumpai saat ini hampir di setiap tabloid, majalah, ataupun artikel mengenai rumah di koran-koran di negara kita. Terkadang saya melihat contoh bangunan yang digambarkan sebagai sebuah bangunan minimalis adalah sesuai, namun pada beberapa artikel saya rasa masih kurang tepat, atau mungkin persepsi saya yang salah. Entahlah menurut saya “minimalis” itu adalah sebuah istilah yang bisa saja diartikan menjadi beberapa deskripsi. Termasuk pada perencanaan rumah ini. Pemiliknya, bu Nonik, salah satu teman dekat istri saya, sangat mengharapkan optimalisasi perencanaan rumah ini. Bukan apa-apa, namun lahan yang hanya berukuran 3 x 7 meter yang berlokasi di tengah kota Jakarta menuntut pemanfaatan yang baik dan tepat agar bisa berfungsi dengan optimal.
Desain yang “minimalis” merupakan pesan dari bu Nonik saat meminta saya mendesainkannya. Hasil desain ini merupakan perwujudan dari apa yang saya pahami dari sebuah desain yang “Minimalis”. Pada denah, saya mencoba membuatnya menjadi 2 lantai bangunan dengan lantai 1 berfungsi sebagai zona “berkumpul” dan lantai 2 sebagai zona “berpisah”. Dalam perwujudan ruang, denah lantai 1 terdiri dari ruang keluarga, dapur dan ruang makan yang berbentuk ruang terbuka, sementara di lantai 2 terdapat 2 buah kamar tidur dan sebuah kamar mandi. Tentu saja dengan dimensi runag yang benar-benar secukupnya dan semaksimal mungkin.
Dari fasad bangunan, saya mencoba membuatkan sesuatu yang unik dengan mencoba menampilkan sisi feminisme dan jiwa yang bersemangat, karena bu Nonik merupakan orang yang bersemangat tinggi dalam setiap aktifitasnya. Banyak jendela kaca yang saya buat pada fasade depan, karena hanya dari bagian ini bisa dibuat demikian, mengingat lokasi rumah berada pada kawasan yang padat sehingga tidak memungkinkan untuk peletakkan jendela pada bagian belakang maupun smaping rumah. Sementara pada kamar utama di lantai 2 saya membuat jendela besar sehingga saat terbuka semua bisa menghadirkan suasana ruang luar ke dalam, sebagai pengganti tidak adanya balkon dilantai 2.
Tetap fokus, konsisten, dan sukses selalu.
Stay focused, consistant, and always successful
Stay focused, consistant, and always successful






0 comments:
Post a Comment