RUMAH SENIMAN DIDEDIKASIKAN UNTUK JOSEPH HAHN (LINKIN PARK)
A HOUSE FOR JOSEPH HAHN (LINKIN PARK)
Project Type : House
Architect : Mario Andreti ST
Client/Owner : Joseph Hahn (Linkin Park)
Location : Yogyakarta, Indonesia
Status : Concept Design
Expected Completition : -
Awalnya saya mendapatkan tugas dari dosen, pada saat itu kami ditugaskan untuk membuat rumah seorang seniman yang disukai atau diidolakan. Saat itu saya langsung terbesit akan membuat rumah untuk personel Linkin Park. Sejak pertama kali Linkin Park mengeluarkan album pertamanya yaitu "Hybrid Theory" saya mulai mengidolakan band asal U.S.A. ini. Musik yang keras (rock) namun dengan lirik yang puitis dan mendalam, sungguh sangat menginspirasi sekali. Namun saya sempat bingung siapakah personel yang akan saya buatkan rumahnya, dan saya memutuskan sosok Joseph Hahn. Dimana saat itu saya sempat terpikir untuk menjadi seorang DJ (disk jockey), dan Joseph Hahn adalah DJ pada band Linkin Park.
Initially I get a task from the lecturers, at the time assigned to make our home an artist who preferred or idol. At that time just thinking of me, I will make house to Linkin Park. personnel Since the first time Linkin Park spent the first album "Hybrid Theory" I started idol the band origin from USA. Loud music (rock), but the lyrics are poetic and deep, very seriously Conference once. However, I had confused the personnel who will make my house, and I decided her Joseph Hahn. Which at that time I had thought to be a DJ (disk jockey), and DJ Joseph Hahn is in the band Linkin Park.
A HOUSE FOR JOSEPH HAHN (LINKIN PARK)
Project Type : House
Architect : Mario Andreti ST
Client/Owner : Joseph Hahn (Linkin Park)
Location : Yogyakarta, Indonesia
Status : Concept Design
Expected Completition : -
Awalnya saya mendapatkan tugas dari dosen, pada saat itu kami ditugaskan untuk membuat rumah seorang seniman yang disukai atau diidolakan. Saat itu saya langsung terbesit akan membuat rumah untuk personel Linkin Park. Sejak pertama kali Linkin Park mengeluarkan album pertamanya yaitu "Hybrid Theory" saya mulai mengidolakan band asal U.S.A. ini. Musik yang keras (rock) namun dengan lirik yang puitis dan mendalam, sungguh sangat menginspirasi sekali. Namun saya sempat bingung siapakah personel yang akan saya buatkan rumahnya, dan saya memutuskan sosok Joseph Hahn. Dimana saat itu saya sempat terpikir untuk menjadi seorang DJ (disk jockey), dan Joseph Hahn adalah DJ pada band Linkin Park.
Initially I get a task from the lecturers, at the time assigned to make our home an artist who preferred or idol. At that time just thinking of me, I will make house to Linkin Park. personnel Since the first time Linkin Park spent the first album "Hybrid Theory" I started idol the band origin from USA. Loud music (rock), but the lyrics are poetic and deep, very seriously Conference once. However, I had confused the personnel who will make my house, and I decided her Joseph Hahn. Which at that time I had thought to be a DJ (disk jockey), and DJ Joseph Hahn is in the band Linkin Park.
Saya sempat bingung untuk memulai mencari dan menemukan konsep desainya. Hingga akhinya dosen saya menentukan sebuah lokasi yang tidak jauh dari Kampus kami, dan berada tepat dipinggir sungai. Dari sini saya mulai menentukan zoning area dari bangunan rumah ini, saya putuskan untuk meletakkan kolam renang di bagian belakang dan menghadap sungai dengan fasilitas ruang bermain bilyard. Pada bagian tengah saya letakkan masa bangunan utama yang berfungsi sebagai pusat kegiatan rumah dan pada bagian depan sebagai taman, carport, dan entrance utama dari jalan. Bangunan utama rumah terdiri dari beberapa ruangan, antara lain dua buah kamar tidur, dapur, ruang makan, ruang tamu, galeri, dan sebuah studio musik, yang saya tujukan sebagai tempat Hahn untuk membuat sampling atau mixing untuk keperluan bandnya. Serta bisa dijadikan studio latihan bersama para personel linkin park lainnya.
I was confused to begin search and find the concept design. Until my lecturers determine a location of site not far from our campus, and riverside position. From here I began to determine the zoning area of the building this house, I decided to put a swimming pool in the back and facing the river with lounge facilities bilyard. In the middle I put the main building that serves as a center of the home and on the front of the garden, Carport, and the main entrance from the street. Building main house consists of several rooms, including two bedrooms, kitchen, dining, living room, gallery, and a music studio, as a place to make Hahn mixing or sampling for band. And can be used as studio practice with the other linkin park personnel.
Lalu bagaimana dengan menentukan bentuk bangunannya. Saya sempat "kosong" hingga akhirnya pada suatu malam, saya mencoba membuat sketsa-sketsa dengan spidol dan kertas, dan ditemani iringan lagu-lagu dari album "Hybrid Theory" Linkin Park yang saya dengarkan dari Komputer saya. Dan tiba-tiba saya punya ide, untuk membuat garis-garis berdasarkan beat-beat yang dimainkan oleh Hahn pada lagu "In The End". Dan terciptalah bentukan denah yang saya buat ini, garis-garis fraktal yang tercipta lalu saya sesuaikan dengan luasan ruangan. Jika itu cukup untuk kamar tidur, maka disitulah kamar tidur saya letakkan.
Then determine how the form of the building. I was "empty" until the end of a night, I try to make a sketch with the sketch-pen and paper, and accompanied accompaniment tracks from the album "Hybrid Theory" Linkin Park that I hear from my Computer. And suddenly I have an idea, to make the lines based on the beats played by Hahn in the song "In The End". And I created formation and sketch that I made this, lines that are fractal and iadjust to the room area. If that is enough for the bedroom, then there is bedroom I placed.
Saat membuat fasade bangunan, saya ingin tetap memberikan kesan Indonesia sebagai negara beriklim tropis, lalu saya pilih bentuk atap miring dengan beberapa modifikasi. Namun entah mengapa saya merasa masih kurang ekstreem tidak seekstreem denah bangunannya. Akhirnya saya buat semua bangunan dengan bahan beton yang difinishing cat putih termasuk atap semua beton, dan saya tambahkan aksen-aksen jendela dengan bentukan fraktal seperti pada denah. Dan jadilah rumah ini dengan nuansa yang berbeda dari kebanyakan rumah di Indonesia. Namun akhirnya setelah desain setelah selesai, dan saya presentasikan ke dosen, beliau tidak setuju dengan hasil yang saya buat. Beliau berpikir bahwa desain saya terlalu sulit dan mahal, namun saya tetap mempertahankannya. Dan sebagai bentuk kekecewaanya, beliau memberi saya nilai B-.
Dan jawaban saya, seperti halnya lirik terakhir dari lagu "In The End", Linkin Park.
"BUT IN THE END......
IT DOESN'T EVEN MATTER........"
When making facade building, I still want to give the impression Indonesian as a tropical country, and I select the form of a sloping roof with some modifications. But somehow I still feel no less extreme blueprint building. Finally, I create all the building materials with the concrete with white paint finishing on all concrete including the roof, and I add accents-accents with window formation fraktal as in the sketch. And be home with a different feel from most houses in Indonesia. However, eventually after the design is complete, and I presented to the lecturer, he does not agree with the results I create. He thinks that the design is too difficult and expensive, but I still hold on. And as a form of disapointed, he gave me the value of B minus.
And my answer, as well as the lyrics of the song "In The End", Linkin Park.
"BUT IN THE END......
IT DOESN'T EVEN MATTER........"
TETAP FOKUS, KONSISTEN, DAN SUKSES SELALU
Stay focused, consistent, and always successful.
Stay focused, consistent, and always successful.




6 comments:
promosi gak mutu..
kasih gambar jangan teori..
kamu tu arsitek apa pengamat..
terima kasih sebelumnya ibu/bpk sudah mampir ke blog saya, dan sedikit meluangkan waktunya utk memberi komentar.
Mungkin ada kesalahan teknis,sehingga gambar-gambar di blog ini tidak keluar di komputer anda, saya pun mohon maaf utk ketidaknyamananya.
Namun jika boleh menjawab, menurut saya seorang arsitek adalah profesi yang unik. Karena selain menggambar dna menggambar kita juga harus pandai "mengamati" dan "menganalisa". Karena menurut saya seorang arsitek yang baik adlah seorang arsitek yang "peka". Pada akhirnya seorang arsitek bukanlah sekdar "drafter" (tukang gambar) atau sekedar "builder" (tukang bangun), namun juga seorang "creator" (pencipta dengan kreatifitas) layaknya para seniman. Dan untuk mencapai itu arsitek butuh dan harus pandai mengamati lingkungan disekitarnya.
Mungkin didalam lingkungan masyarakat kita saat ini belum 100 % benar penghargaan thd profesi arsitek ini, terutama di daerah-daerah. Saya hanya berharap di dalma blog ini saya bisa lebih punya "ruang" utnuk berbagi kepada teman-teman, tentang apa yang saya pikirkan dna saya impikan. Perkara itu dinilai baik atau tidak, dipuji atau dicaci, saya pikir itu bukan menjadi orientasi saya.
Karena sesuatu yang baik tidak selalu terlihat baik, dan sesuatu yang buruk tidak sellau terlihat buruk. Begitupun arsitektur dalm perspektif saya, arsitektur merupakan dunia yang "teramat snagat relatif", sehingga tidak ada yang benar dan salah. Yang ada hanya adalah "suka dan tidka suka."
Terima kasih dna sukses sellau utk bapak/ibu dna keluarga.
Salam
Mario Andreti
setuju!!
terus berjuang mas!!
tetap konsisten!
dan sukses selalu
Terima kasih mbak fitri atas dukungannya.
Sukses selalu utk mbak Fitri.
Mario Andreti
linkin park emang keren.. =D hahahah
belajar banyak
Post a Comment