Pages

Kata Pengantar

My Photo
Yogyakarta, D.I. Yogyakarta, Indonesia
Blog ini merupakan dokumentasi karya-karya arsitektur yang secara aktif pernah saya kerjakan, baik secara individu, maupun dalam bentuk tim desain bersama rekan-rekan arsitek lainnya. Arsitektur bagai candu yang menyenangkan, walau sering kali membuat lelah setelahnya. Semoga karya-karya ini dapat bermanfaat, dapat sedikit memberi tetesan tinta dalam warna warni perkembangan dunia arsitektur di Indonesia. Syukur kepada Allah SWT, terima kasih kepada keluarga, dan rekan-rekan yang membantu dalam lahirnya karya-karya ini. Tetap Fokus, Konsisten, dan Sukses Selalu, untuk Arsitektur Indonesia yang Lebih Maju.

Mr Abdul Gafur House, Depok, Jawa Barat, Indonesia

KONSEP DESAIN RUMAH TUMBUH

Project Type : House

Architect : Mario Andreti ST
Client/Owner : Mr. Abdul Gafur
Location : Griya Tanjung Barat, Depok, Jawa Barat, Indonesia
Expected Completition : 2009


Saat pertama kali berkomunikasi dengan Bpk Abdul Gafur atau saya sering menyapanya dengan panggilan mas Ipunk, beliau bercerita tentang rencananya untuk mendirikan bangunan di kavling tanahnya yang berada dalam sebuah Town House yaitu Griya Tanjung Barat. Pelaksanaan pembangunan nanti akan dilakukan oleh pihak developer dan mengenai desain bangunan dapat dibuat sendiri oleh owner. Oleh karena itu mas Ipunk menghubungi saya agar dibantu merencanakan rumahnya yang sesuai impiannya. Luas tanah yang dimiliki adalah 126 meter persegi (9 x 14 meter), dengan tahap pertama pembangunan dibatasi hanya 65 meter persegi.

When I first communicate with Mr. Abdul Gafur who i call mas Ipunk, he tells about the plan to build buildings in this site that is located in a Town House Griya namely Tanjung Barat. Implementation of development will be done by the developer and the design of buildings can be made by the owner. Therefore, the mas Ipunk contact me to have been planned according to the dream of a house. Owned land is 126 square meters (9 x 14 meters), with the first phase of development is limited to 65 square meters.





Mas Ipunk menargetkan bangunan ini nantinya terdiri dari tiga lantai, dua lantai berfungsi sebagai ruang-ruang fungsional layaknya sebuah rumah, sementara lantai ketiga ditujukan sebagai lantai atap taman, karena itu saya mencoba mewujudkannya dalam bentuk atap rumput dengan sebagian memiliki atap sebagai tempat bersantai. Pada lantai satu bangunan ini terdiri dari satu kamar tidur tamu, ruang tamu, ruang keluarga, dapur dan ruang makan, serta sebuah kamar tidur pembantu. Pada lantai 2 terdiri dari sebuah kamar tidur utama dengan kamar mandi besar, dua buah kamar tidur anak dengan sebuah kamar mandi ,dan ruang keluarga disertai balkon. Dasar pemikiran layout ruang pada bangunan ini dititik beratkan pada proses pelaksanaanya nanti, dimana akan dimulai dibuat satu lantai dahulu sehingga lantai dua menyesuaikan dengan luasan lantai satu.


Mas Ipunk target of this building will consist of three floors, two floor functions as a space-functional space like a house, while the third floor is intended as a floor roof garden, so I try realize in the form of a roof with grass as part of the roof has a relaxing place. On first floor of this building consists of one guest room, living room, family room, kitchen and dining, bedroom and a servant bedroom. On second floor there is a main bedroom with large bathroom, two children's bedrooms with a bathroom, and living room with balcony. Basic thoughts on the layout of the building space focus in the process construction later, which will be made starting one floor so that the first floor with two adjust the area of first floor.





Pada fasade bangunan saya mencoba membuat desain yang sederhana namun memiliki karakter yang kuat, sehingga memunculkan keunikan tersendiri dari bangunan rumah ini. Dominasi batu paras dan kusen expose kayu pada fasade saya tujukan untuk memunculkan kesan alami. Balutan dominasi warna putih saya tujukan untuk menetralkan batu paras sehingga lebih terkesan sederhana, ringan, dan menyatu dengan hijaunya vegetasi yang berada pada landscape taman di rumah ini. Pada bagian depan saya mencoba bermain pada bentuk sun-shading jendela kamar dengan bentukan yang agak berbeda, lalu pada bagian entrance saya coba memberi kesan terbuka dengan banyaknya bukaan berupa jendela kaca dan tangga yang juga memiliki bukaan besar ke area luar. Pada carport saya mencoba membuatnya dengan sederhana dan sedikit nakal dengan meletakkan tempat tanaman yang berada diatasnya yang menyatu hingga ke bagian tangga. Pada ruang belakang saya buatkan kamar tidur utama di lantai dua dan dapur pada lantai satu dengan pintu lipat, sehingga saat dibutuhkan ruangan ini dapat memeliki akses maksimal ke area taman yang berada pada sisi samping.

In the facade building I try to make a simple design but have a strong character, so the show's unique building this house. Domination sandstone and wood Expose on facade I go to create an impression of nature. White domination I try to neutralize sandstone so impressed more simple, lightweight, and integrates with the green vegetation that is on a landscape garden in the house. On the front I tried to play in the form of window shading sun-room with a slightly different formation, and at the entrance I try to make an impression with a large number of window openings and the stairs also has large openings to the outside area. On Carport I try to make it simpler and less brassy place the plant by placing the above is that integrates up to the stairs. In the back room I make room on the main floor and two on the kitchen floor with a folding doors, so that when needed this room can have maximum access to the garden area which is located on the side.






Rumah ini direncanakan akan dimulai dengan pelaksanaan satu lantai terlebih dahulu, dan saya mencoba merencanakan seperti apa wujud satu lantainya dimana pihak developer membatasi hanya dengan luasan 65 meter persegi. Sehingga terdapat beberapa revisi yang saya lakukan pada denah lantai satu namun tetap mempertimbangkan kemudahan proses pelaksanaan tahap berikutnya menjadikan bangunan ini dua lantai seperti yang ditargetkan. Perubahan yang saya lakukan antara lain, mengganti tangga dengan tangga berputar dari besi sehingga lebih menghemat budget dan menghemat ruang. Sementara untuk ruang lain tidak ada perubahan hanya perubahan fungsi dari kamar tamu menjadi kamar tidur utama.

This house is planned to commence with the implementation of the first floor, and I try to plan what shape such as one floor where the developer give limit only 65 square meters area. So there are some revisions that I do on a floor map but considering the ease of implementation of the next stage to make this two-storey building as a target. Changes that I do, among others, to replace the stairs with a ladder so that it rotates from the iron budget and save more space. While the space for other changes have not only changes the function of the room into the main bedroom.




Pada fasade bangunan tidak ada perubahan dengan desain utuh lantai dua, hanya bagian tangga saja yang dihilangkan. Sementara untuk mewadahi fungsi lantai atap yang diharapkan saya membuatnya di lantai dua dengan kanopi dari besi sehingga nanti masih bisa dibongkar dan dipasang lagi pada lantai tiga. Selain itu penggunaan atap dak pada lantai dua ini ditujukan agar nantinya bisa digunakan sebagai plat lantai untuk lantai dua, tentu saja perhitungan struktur sudah dibuat agar nanti mampu untuk menahan beban hingga lantai ketiga.

In the facade building no changes to the design of two full floors, only the stairs are removed. While to accomodate function for the expected floor roof I make on the second floor with a canopy of iron so that later can still be dismantled and installed on three floors. In addition, the use of concrete roof so that later can be used as a floor plate for the second floor, of course, the calculation is made so that the structure will be able to hold the load up to the third floor.










TETAP FOKUS, KONSISTEN, DAN SUKSES SELALU

Stay focused, consistent, and always successful.

5 comments:

TiQi Bo said...

Jo, there's only one thing that crossed my mind when I saw this design. About the planter on the to floor. There's a part where you can't access it, right? how could you maintain the plants in there, since there's no balcony on one side, and there's only a poly carb frame structure for carport on the other side... just a moronic thought of mine.. I guess, you've figure it out, right?

AW said...

wah minimalis keren...pake program apa ya kok mirip aslinya

YAYAN said...

ok gambarnya...pake software apa ya

Mario or Marjo Architect & Partners said...

@Tiqi
Tiqi, untuk atap rumput saya meberikan akses, karena atap rumput itu selain untuk mengurangi radiasi panas dari atap dak juga sebagai area yang dimanfaatkan untuk bersantai dna lain-lain. Sehingga tentu saja maintenance harus diperhatikan.
Terima kasih utk komentarnya tiqi.

@AW & YAYAN
saya menggunakan 3ds max dengan plug in v-ray.
Terima kaish sudah mampir dan memberi komentar.
Sukses selalu.

ANR said...

Tertarik dengan design ini mas Mario,
> design atap seperti itu merawatnya susah ndak ya,?
> kalau diganti atap pelana kuda jadinya kayak apa ya?

good job